Ringkasan Materi sesuai SKL ASAT Kelas 9 Tahun 2026

 1. Tekstil adalah material dari hasil pemintalan benang yang dilakukan secara manual menggunakan tangan maupun memakai mesin. Bahan alami yang dapat digunakan untuk pembuatan tekstil bisa dari tumbuhan dan biji-bijian, seperti kapas, sutra kepompong, bulu domba, dll. Hasil pengolahan tekstil biasanya berupa kain yang kemudian dimodifikasi dengan berbagai elemen estetis seperti pakaian/fashion, lenan rumah tangga (sprei, korden, taplak, dll), assesories (tas, selendang/scraf, dll).

2. Kerajinan Sulam atau Bordir Batik lukis/colet Sulam atau bordir sebagai suatu hiasan yang dibuat di kain atau bahan lain dengan menggunakan benang dan jarum. Selain menggunakan jarum dan benang, sulaman atau border juga dapat menggunakan bahan lain, seperti logam, manik-manik, payet bahkan bulu burung. Dalam kerajinan sulam sendiri ada beragam jenis tergantung dari hasil kerajinan tersebut, contohnya seperti sulam timbul, sulam terawang, sulam datar, dan lain sebagainya. Kerajinan sulam sebagai sebuah hasil kerajinan yang dilakukan dengan cara di border. Border sendiri merupakan hiasan yang ada di kain atau bahan lainnya. Biasanya hiasan ini menggunakan jarum dan benang. Kerajinan sulam mempunyai dua jenis yakni sulam bebas dan sulam hitungan jahitan. Dengan adanya perkembangan teknologi, untuk memenuhi kebutuhan pasar maka kerajinan sulam menjadi kerajinan bordir guna menciptakan hiasan-hiasan yang menarik. Dalam sulam bordir ada teknik dalam pembuatannya, yaitu :  Bordir manual yang biasanya menggunakan alat bantu mesin.  Bordir komputer yang merupakan sebuah teknologi yang mampu berkontribusi penting dalam sebuah industri fashion. Contohnya, seragam sekolah, kemeja, dan dress.

3. Langkah Membatik Nah setelah mengetahui alat, bahan, serta teknik membatik, bisa coba membatik dengan langkah-langkah berikut. Langkah membatik pada umumnya memiliki tahapan: 1. Siapkan alat dan bahan untuk membatik Kain mori harus sudah dicuci bersih, kemudian dikanji agar mempermudah proses pelepasan malam (melorod). 2. Gambar motif pada kain (ngengreng) Menggambar motif bisa dilakukan dengan cara menjiplak motif yang telah ada. Jika batik yang ingin dibuat adalah batik tulis, maka gambarlah desain di atas kain mori sesuai dengan pola yang diinginkan. 3. Panaskan malam Panaskan cairan malam atau lilin pada wajan yang berada di atas kompor hingga malam mencair sempurna. 4. Celupkan canting Celupkan canting ke dalam wajan yang berisi malam yang sudah dicairkan, sekitar 3 detik untuk penyesuaian suhu pada canting. 5. Mulai mencanting Mencanting dilakukan dengan cara menorehkan malam cair pada kain yang ingin digambar. Pegang canting seperti sedang memegang pensil, namun posisi cucuk canting agak mendongak ke atas agar malam tidak menetes-netes. 6. Warnai pola masih yang masih kosong Isilah bagian pada pola yang masih kosong dengan macam ornamen seperti garis garis arsiran maupun titik-titik, sesuai dengan kebutuhan. 7. Nembok Tahap nembok adalah melakukan blok bagian kain yang tidak ingin terkena warna. 8. Warnai kain Biasanya mewarnai kain batik dapat dilakukan dengan teknik celup dan colet. Teknik celup menggunakan pewarna naftol, sedangkan teknik colet menggunakan pewarna instan. 9. Celup kain dan tiriskan Setelah kain dicelup, tiriskan agar warna pada serat kain dapat meresap secara maksimal. 10. Melorod Melorod adalah proses menghilangkan atau melepaskan malam pada kain. Proses ini dilakukan setelah pewarnaan. Kain akan direbus ke dalam air yang mendidih sampai malam lepas, sehingga dapat memunculkan motif yang telah digambar. 11. Cuci kain batik Cuci kain batik dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa malam yang masih menempel. Jemurlah atau angin-anginkan kain dengan sebisa mungkin hindari terkena panas sinar Matahari langsung.

4. Seiring perkembangan jaman, teknik pembuatan batik jumputan melahirkan istilah nama Tiedye. Dulu, banyak orang-orang mengira bahwa Tiedye adalah teknik mewarnai yang diciptakan oleh kaum Hippies dari Amerika, tepatnya sekitar tahun 1960an saat Amerika menentang perang diVietnam dan beberapa negara lainnya. Jika ditelusuri berdasarkan sejarah negeri ini, teknik ini sudah berkembang sejak abad 10. Hal itu dapat dibuktikan berdasar pada Prasasti Sima, dimana menunjukkan perkembangan produk tekstil khas bermotif serupa Tiedye.

5. Eco Print Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami yaitu daun-daunan yang mempunyai warna. Alat yang dibutuhkan adalah botol kaca untuk mengetuk (bisa juga diganti palu atau batu), kertas koran sebagai alas, dan ember. Bahan yang dibutuhkan adalah kain serat alami, daun-daunan dan bunga aneka warna, dan tawas. Pilihlah daun dan bunga yang masih segar, sebaiknya tidak terlalu tebal agar airnya mudah keluar.

6.Akibat penggunaan malam (lilin batik) dan canting yang tidak benar dalam pembuatan batik antara lain:

  1. Garis motif menjadi tidak rapi
    Malam yang keluar tidak terkontrol membuat garis terlalu tebal, tipis, atau tidak sesuai pola.

  2. Malam melebar atau merembes ke kain
    Jika malam terlalu panas atau canting tidak digunakan dengan benar, malam bisa melebar dan merusak detail motif.

  3. Malam tidak menutup kain dengan sempurna
    Akibatnya, pewarna bisa masuk ke bagian yang seharusnya tetap berwarna dasar, sehingga motif menjadi rusak.

  4. Motif menjadi kurang jelas atau kabur
    Penggunaan canting yang tidak stabil membuat bentuk motif tidak tegas.

  5. Tetesan malam yang tidak diinginkan
    Canting yang terlalu penuh atau tidak hati-hati dapat meneteskan malam di luar pola.

  6. Hasil batik terlihat kurang halus dan kurang indah
    Kesalahan penggunaan alat dan bahan memengaruhi kualitas estetika batik.

  7. Proses pengerjaan menjadi lebih lama
    Kesalahan harus diperbaiki atau diulang, sehingga memperlambat proses pembuatan batik.

7.  Cara perawatan kain tekstil agar warnanya tetap awet antara lain:

  1. Cuci dengan air dingin
    Air dingin membantu menjaga warna agar tidak cepat pudar dibandingkan air panas.

  2. Balik kain saat mencuci
    Membalik bagian dalam ke luar dapat mengurangi gesekan langsung pada permukaan warna.

  3. Pisahkan berdasarkan warna
    Pisahkan kain berwarna gelap, terang, dan putih untuk mencegah kelunturan.

  4. Gunakan deterjen secukupnya dan yang lembut
    Deterjen yang terlalu kuat atau berlebihan dapat merusak warna kain.

  5. Jangan merendam terlalu lama
    Perendaman lama dapat menyebabkan warna memudar atau luntur.

  6. Jemur di tempat teduh
    Hindari sinar matahari langsung karena dapat membuat warna cepat pudar.

  7. Setrika dengan suhu yang sesuai
    Suhu terlalu panas dapat merusak warna kain.

  8. Hindari penggunaan pemutih
    Pemutih dapat menghilangkan atau merusak warna kain

8. Kelebihan penggunaan warna alami pada kerajinan batik antara lain:

  1. Ramah lingkungan
    Pewarna alami berasal dari tumbuhan, seperti daun, kulit kayu, akar, dan buah, sehingga tidak mencemari lingkungan seperti pewarna kimia.

  2. Aman bagi kesehatan
    Pewarna alami tidak mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga aman bagi pembatik maupun pengguna batik, terutama untuk kulit sensitif.

  3. Memiliki nilai estetika tinggi
    Warna alami menghasilkan warna yang lembut, unik, dan tidak mencolok, sehingga memberikan kesan alami dan elegan.

  4. Memiliki nilai seni dan tradisi yang tinggi
    Penggunaan pewarna alami merupakan bagian dari warisan budaya tradisional yang menunjukkan keaslian dan keunikan batik.

  5. Warna tidak mudah pudar jika dirawat dengan baik
    Dengan proses yang benar, pewarna alami dapat bertahan lama dan memiliki karakter warna yang khas.

  6. Memiliki nilai jual lebih tinggi
    Batik dengan pewarna alami biasanya lebih dihargai karena prosesnya lebih rumit, alami, dan ramah lingkungan.

  7. Mendukung pelestarian lingkungan dan budaya lokal
    Bahan pewarna alami biasanya berasal dari sumber daya lokal, sehingga membantu melestarikan alam dan kearifan lokal.

Komentar